Tipe dan Proses Terbentuknya Terumbu Karang

Sumber yang menyatakan jumlah tipe terumbu karang yang tersebar didunia memiliki pendapat yang bermacam-macam. Salah satu sumber menyatakan tipe terumbu ada 3, tetapi ada juga yang menyatakan tipe terumbu ada 4. Sumber lainnya ada yang membedakan 3 tipe terumbu yang disebutkan adalah tipe terumbu dengan macroscale atau berskala besar sedangkan 1 tipe lagi bukanlah skala besar (microscale) sehingga tidak bisa disebutkan sebagai tipe terumbu ke-4. Tipe terumbu yang diperdebatkan tersebut adalah Terumbu Karang Datar atau Gosong Terumbu atau Patch Reef. Referensi lainnya menyatakan bahwa tipe terumbu ada 6, selain keempat yang sudah disebutkan tadi terdapat pula 2 tipe lagi yaitu Faros dan Karang meja (Coral Bank), sedangkan untuk Patch Reef sendiri disebut sebagai Penggalan Karang (Coral Knolls). Keseluruhan tipe terumbu tersebut akan dibahas definisi dan proses terbentuknya menurut berbagai macam sumber.

Terumbu Tepi (Fringing Reef), berupa pembentukan terumbu yang mengitari pulau atau susuran dari daratan. Menurut teori, perkembangan tipe terumbu tepi berawal dari suatu pulau samudra/oseanik yang perlahan-lahan mengalami penurunan. Contoh dari terumbu tepi banyak ditemui di pulau-pulau yang masih bersifat muda, atau di sepanjang daratan besar, misalnya pada sisi barat Sulawesi bagian selatan (Coremap, 2006).

Terumbu Penghalang (Barrier Reef), berupa lanjutan pertumbuhan karang yang semakin melebar dengan tubir yang semakin menonjol. Penenggelaman massa pulau juga berlanjut sehingga secara perlahan tonjolan tubir dan massa darat pulau kelihatan seperti terpisah. Contoh yang paling terkenal dari tipe ini adalah Great Barrier Reef di sisi timur Australia bagian utara (Coremap, 2006).

Terumbu Cincin (Atoll), merupakan akhir dari proses penenggelaman massa pulau, yang kemudian disuksesi oleh pertumbuhan terumbu karang. Bagian tubir yang menonjol ini semakin nampak dan karena sejak awal tumbuh mengelilingi pulau, sehingga terlihat seperti cincin yang melingkar. Contoh dari tipe terumbu ini adalah Atol Taka Bonerate yang terletak di sebelah tenggara Pulau Selayar (Coremap, 2006).

(Coremap, 2006)(Coremap, 2006)

Terumbu Karang Datar atau Gosong Terumbu (Patch Reef) mengacu pada terumbu sirkular berukuran kecil dan tidak teratur yang timbul dari dasar goba (lagoon) terletak dibelakang barrier reef (http://www.geocases2.co.uk/printable/Coral%20reefs%20in%20crisis.htm diakses pada tanggal 10 Nov 2012 jam 7.24). Tipe karang ini biasa disebut penggalan karang karena bentuknya berupa sepenggal kecil karang yang tumbuh didalam genangan air laut yang terdapat didalam atol (Rositasari, 1998). Jenis Patch Reef dapat ditemukan di Kepulauan Seribu di utara Pulau Jawa (Kordi, 2010).

(http://www.geocases2.co.uk/printable/Coral%20reefs%20in%20crisis.htm diakses pada tanggal 10 Nov 2012 jam 7.24)(http://www.geocases2.co.uk/printable/Coral%20reefs%20in%20crisis.htm diakses pada tanggal 10 Nov 2012 jam 7.24)

Faros merupakan terumbu yang berbentuk cincin,terdapat dalam suatu beting (laut dalam) (Rositasari, 1998).

Karang Meja (Coral Bank) merupakan karang yang tumbuh pada suatu perairan laut sempit, lebih menyerupai dasar laut yang mendangkal, tanpa tepian yang jelas (Rositasari, 1998).

Menurut BIRD (1976) terdapat tiga teori terbentuknya terumbu karang berdasarkan bidang ilmu geologi. Ketiga teori tersebut adalah Subsidence theory yang diusulkan oleh Darwin, Anthecendent platform theory yang diusulkan Murray dan Glacial control theory yang diusulkan oleh Daly (Rositasari, 1998).

Subsidence theory atau teori penurunan lempengan kerak bumi di dasar samudra akibat aktivitas gunung berapi diperkirakan terjadi pada masa Pleistosen, dimana pada saat itu terbentuk 75% dari keseluruhan terumbu karang. Darwin yang mempelajari terumbu dibeberapa daerah selama 5 tahun selama pengalamannya diatas kapal Beagle menyatakan bahwa Fringing Reef, Barrier Reef, dan Atoll memiliki proses evolusi akibat terjadinya Tectonic Subsidence yaitu penurunan lapisan kerak bumi di dasar samudra akibat letusan gunung berapi (Rositasari, 1998).

Glacial Control Theory adalah teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan terumbu karang erat hubungannya dengan perubahan perubahan paras muka laut akibat perubahan massa es mulai dari jaman Pleistosen sampai resen (Rositasari, 1998).

(Rositasari, 1998)

Perkembangan Gunung Merapi Menjadi Atol (Rositasari, 1998)

Penurunan lapisan kerak bumi di dasar samudra akibat letusan gunung berapi dan fluktuasi paras muka laut akibat terjadinya perubahan massa es mulai jaman Pleistosen hingga periode resen adalah yang mengakibatkan variasi pada kedalaman laut di sepanjang Paparan Kontinental (Continental Shelf). Terjadinya variasi pada kedalam laut di sepanjang paparan kontinental inilah yang menyebabkan tumbuhnya karang secara berkesinambungan. Menurut teori, terjadi aktivitas magmatik pada suatu titik panas (hotspot) dimana titik panas tersebut kemudian tumbuh dan berkembang menjadi gunung berapi yang berada di dasar samudra, setelah gunung berapi dasar samudra itu meletus dan menjadi tidak aktif, dalam beberapa juta tahun gunung berapi tersebut berubah menjadi pulau yang kemudian mengalami pergeseran dari posisi semula oleh pergerakan kerak bumi. Pulau tersebut kemudian ditumbuhi beberapa formasi karang menjumbai (fringing reefs) (Rositasari, 1998). Pulau-pulau ini kemudian mulai turun dan apabila penurunan ini tidak terlalu cepat, pertumbuhan terumbu akan seimbang dengan penurunan pulau tersebut, kemudian akan membentuk terumbu penghalang dan akhirnya menjadi sebuah atol sedangkan pulaunya menghilang di bawah laut menjadi sebuah gunung kecil di laut (guyot). Kalau pulau sudah menghilang, pertumbuhan karang yang diteruskan di sebelah luar akan menahan terumbu diatas permukaan, tetapi dibagian dalam, dimana pulau dahulu berada, keadaan air tenang dan pengendapan tinggi, sehingga mencegah pertumbuhan karang yang terus-menerus, dan oleh karenanya terbentuklah gobah (lagoon). Secara garis besar perkembangan gunung berapi menjadi atol adalah demikian, dan proses tersebut akan terulang kembali pada gunung berapi yang terbentuk kemudian (Nybakken, 1992).

(Rositasari, 1998)

Evolusi Atol (Rositasari, 1998)

Kebenaran teori Darwin dibuktikan dengan pengeboran Eniwetok Atol di Kepulauan Marshall sampai kedalaman 1283 m pada batu kapur terumbu, dan membentur batuan vulkanik pada tahun 1953. Bukti lainnya dengan ditemukan gunung-gunung dengan puncak datar atau guyot, yang pada saat sekarang, puncak-puncak itu berada ratusan atau ribuan meter dibawah permukaan lautan, tetapi pada permukaannya terdapat bekas-bekas karang perairan dangkal. Ternyata gunung-gunung itu tenggelam terlalu cepat bagi terumbu yang tumbuh di zona yang mendapat cahaya. Dengan demikian, teori ini mengaitkan ketiga tipe terumbu itu dalam rangkaian yang evolusioner, tetapi bukan merupakan penjelasan untuk semua tipe terumbu penghalang dan terumbu tepi (Nybakken, 1992).

Anthecendent Platform Theory adalah teori yang mengemukakan bahwa keberadaan terumbu karang bermula saat terbentuknya koloni antara koral dengan alga di dasar laut. Teori ini tidak membahas mengenai terjadinya perubahan pada permukaan tanah ataupun laut, sehingga teori ini dianggap memiliki terlalu banyak kelemahan oleh para pakar geologi (Rositasari, 1998). Tetapi hal ini menjelaskan bahwa terjadinya terumbu tepi dan terumbu penghalang di sekitar tepi-tepi benua dan di pulau bukanlah hanya  vulkanik yang intensif, tetapi karena daerah-daerah tersebut mempunyai kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan terumbu dan suatu substrat yang cocok untuk memulai pertumbuhan, selain itu perairan yang dangkal cocok untuk mereka memulai pertumbuhannya. Pada Kepulauan Karibia dan Florida, Indonesia, Filipina, Nugini, dan Fiji tidak ada daratan turun, sehingga terumbu tidak akan menjadi atol (Nybakken, 1992).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s